The Relationship Between Family Support And Leisure Time Utilization With Mental And Emotional Conditions In Children

Authors

  • Sidrotul Hana Department of Nursing Undergraduate Study Program, Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Kudus, Indonesia
  • Muhammad Purnomo Department of Nursing Undergraduate Study Program, Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Kudus, Indonesia
  • Sri Karyati Department of Nursing Undergraduate Study Program, Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Kudus, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51601/ijhp.v6i3.700

Abstract

Children's mental and emotional state is influenced by family support and the use of free time. This study aims to analyze the relationship between these two factors with the mental and emotional state of junior high school students. This quantitative study with a correlational design and a cross-sectional approach involved 284 eighth-grade students as the population and 57 respondents as the sample through two-stage cluster sampling. The instruments included a family support questionnaire, the Leisure Time Activity Questionnaire (LTAQ), and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data were analyzed using the Spearman Rho test. The results showed that family support (r = -0.592; p = 0.001) and the use of free time (r = -0.311; p = 0.019) were significantly related to mental and emotional state. In conclusion, increased family support and positive use of free time contribute to better mental and emotional state of children

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] World Health Organization, “Adolescent mental health,” 2024. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health. [Accessed: Aug. 4, 2026].

[2] I. Risnawati, Sukarmin, S. Karyati, and Zuliana, “Efek Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Anak SDN 1 Purwosari Kabupaten Kudus,” Indonesia Jurnal Kebidanan, vol. 4, no. 1, pp. 7–16, 2020.

[3] Gloriabarus, “Hasil survei I-NAMHS: Satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental,” Universitas Gadjah Mada, 2022. [Online]. Available: https://ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental/. [Accessed: Aug. 4, 2026].

[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta, Indonesia: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2019.

[5] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Provinsi Jawa Tengah Riskesdas 2018. Jakarta, Indonesia: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2019.

[6] E. Pusparatri, A. Solikin, N. Hidayah, M. Purnomo, and Kaelah, “Hubungan Antara Penerimaan Diri dengan Kecemasan dalam Menghadapi Menopouse Pada Wanita Premenopouse Diposbindu Desa Kayen Wilayah Puskesmas Kayen Pati,” Indonesia Jurnal Perawat, vol. 5, no. 1, pp. 22–30, 2020.

[7] S. Setiana and E. I. Eliasa, “Karakteristik perkembangan fisik, kognitif, emosi sosial, dan moral pada anak usia sekolah dasar (7–12 tahun),” Journal of Human and Education, vol. 4, no. 6, pp. 127–138, 2024. doi: 10.31004/jh.v4i6.1742.

[8] M. Husaini, “Teori-teori ekologi, psikologi dan sosiologi dalam menciptakan lingkungan pendidikan Islam,” Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, vol. 13, no. 1, pp. 116–137, 2022.

[9] I. Puspitasari, Indanah, Sukesih, D. C. Rohim, M. A. Jauhari, and A. Ridwan, “Peningkatan Kesehatan Keluarga Melalui Pemberdayaan Kader Masyarakat Dengan Cegah Stunting Dan Pemanfaatan Sampah Menjadi Media Edukasi Anak Di Desa Jekulo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus,” Jurnal Abdimas Indonesia, vol. 4, no. 2, pp. 167–173, 2022.

[10] Y. Fitria and R. Maulidia, “Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan depresi pada remaja di SMPN Kota Malang,” in Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat III, 2018, pp. 270–276.

[11] S. A. Iriyani, E. N. Patty, Irhas, M. Awaliyah, and B. A. Widhi, “Sosialisasi pendidikan anak melalui kreativitas: Produksi sabun cuci piring di waktu luang,” Jurnal Pengabdian Ibnu Sina, vol. 3, no. 1, pp. 11–16, 2024. doi: 10.36352/j-pis.v3i1.717.

[12] D. U. Aji, “Komplotan maling kotak amal di Masjid Kudus ngaku buat beli alkohol,” detikJateng, Jan. 2025. [Online]. Available: https://www.detik.com/jateng/hukum-dan-kriminal/d-7761301/komplotan-maling-kotak-amal-di-masjid-kudus-ngaku-buat-beli-alkohol. [Accessed: Aug. 4, 2026].

[13] T. M. Karokaro, Aprizal, A. Yanis, and Hardisman, “Hubungan dukungan emosional keluarga terhadap kejadian depresi pada remaja,” Journal of Community Health, vol. 2, no. 11, pp. 272–280, 2025.

[14] T. M. C. Tualaka, “Pola aktivitas pemanfaatan waktu luang dan kegiatan rekreasi di ruang publik Taman Nostalgia Kupang,” Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, vol. 10, no. 2, 2023. doi: 10.26418/lantang.v10i2.63889.

[15] S. Y. Kusumastuti, Nurhayati, Faisal, D. H. Rahayu, and Hartini, Metode Penelitian Kuantitatif, vol. 2. 2024.

[16] Manalu,“Hubungan dukungan keluarga dengan kecerdasan emosional pada remaja awal di Asrama Putri St. Theresia Medan,” Undergraduate thesis, 2024.

[17] A. M. Przepiorka and A. Blachnio, “The relationships between personality traits and leisure time activities: Development of the Leisure Time Activity Questionnaire (LTAQ),” Neuropsychiatry, vol. 7, no. 6, pp. 1035–1046, 2017. doi: 10.4172/neuropsychiatry.1000313

[18] A. Suni, D. Umanailo, A. A. Muhammad, and T. A. Tololiu, “Analisis penerapan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) terhadap deteksi dini kejadian depresi pada remaja,” Jurnal Kesehatan, vol. 16, no. 3, pp. 415–418, 2023.

[19] N. A. Tarigan, E. Sitepu, and L. Purba, “Persepsi siswa tentang pola asuh orang tua dan kemampuan pendekatan personal guru PAK serta hubungannya dengan minat belajar PAK siswa,” Indonesian Journal of Christian Education and Theology, vol. 1, no. 1, pp. 28–34, 2022. doi: 10.55927/ijcet.v1i1.1105

[20] A. D. Kamalah, Novianasari, and H. Nafiah, “Gejala mental emosional dan upaya dalam meningkatkan kesehatan jiwa remaja,” Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, vol. 1, no. 2, pp. 68–72, 2023. doi: 10.35473/jkbs.v1i2.2419.

[21] R. Kurniawati, M. Khanafiah, R. A. Puriani, and R. M. Putri, “Peran dukungan keluarga pada kesehatan mental remaja: Implementasi dalam bimbingan dan konseling,” PENSOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi, vol. 3, no. 1, pp. 27–37, 2025. doi: 10.59098/pensos.v3i1.2090.

[22] R. Rosyidah, J. S. Astuti, and D. M. D. Michelino, “Peran dukungan keluarga terhadap resiliensi keluarga tenaga kerja Indonesia (TKI) di Bangkalan,” Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, vol. 14, no. 1, pp. 23–31, 2023.

[23] S. H. Salawali, A. Irfah, and F. M. Lambana, “Hubungan dukungan keluarga dan peran teman sebaya terhadap perilaku bullying pada remaja sekolah menengah pertama,” Jurnal Kolaboratif Sains, vol. 8, no. 1, pp. 937–948, 2025. doi: 10.56338/jks.v8i1.7055.

[24] Wahyuningsih and Purbaning, “Pemberian penghargaan orang tua dan motivasi remaja,” 2023.

[25] N. A. Akbar, N. F. Aulia, R. R. B. Kusnanda, and A. N. Halida, “Pengaruh social support terhadap resiliensi emosional pada siswa SMP Negeri 26 Surabaya,” JIPSI, vol. 6, no. 2, pp. 112–121, 2024. doi: 10.37278/jipsi.v6i2.978.

[26] D. D. L. Ndruru and S. A. Ides, “Hubungan dukungan dengan kesehatan jiwa remaja,” Jurnal Penelitian Perawat Profesional, vol. 7, no. 1, pp. 595–602, 2025.

[27] N. A. Yolani, T. Umari, and Khadijah, “Pemanfaatan waktu luang dan faktor-faktor yang mempengaruhi siswa SMA N Bernas Provinsi Riau,” vol. 4, pp. 2036–2039, 2022.

[28] Y. Anggiana and N. Indahwati, “Pengaruh aktivitas fisik terhadap kesehatan mental siswa SMP,” Jurnal Pendidikan Olahraga, vol. 15, no. 1, pp. 17–21, 2025. doi: 10.3630/jpo.v15i1.2389.

[29] D. R. Lovyana and N. Indahwati, “Hubungan antara screen time dengan kesehatan mental pada siswa sekolah menengah pertama,” Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science, vol. 13, no. 3, pp. 590–601, 2025. doi: 10.32682/bravos.v13i3/169.

[30] L. N. Ayuanda, N. I. Kusuma, R. Arifiana, and R. Kristiyanti, “Analisa penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja: Tinjauan terhadap pengaruh konsumsi dan interaksi online,” Jurnal Ilmiah Kesehatan, vol. 18, no. 1, pp. 12–21, 2025. doi: 10.48144/jiks.v18i1.2022.

[31] A. M. Przepiorka and A. Blachnio, “The relationships between personality traits and leisure time activities: Development of the Leisure Time Activity Questionnaire (LTAQ),” Neuropsychiatry, vol. 7, no. 6, pp. 1035–1046, 2017. doi: 10.4172/neuropsychiatry.1000313.

[32] S. Setyaningsih, M. D. Satyarini, E. H. Widiastuti, and Slamet, "Pemanfaatan waktu luang pada liburan dengan kegiatan produktif bagi pelajar," Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. 4, pp. 168–176, 2024.

Downloads

Published

2026-08-29

How to Cite

Sidrotul Hana, Muhammad Purnomo, & Sri Karyati. (2026). The Relationship Between Family Support And Leisure Time Utilization With Mental And Emotional Conditions In Children. International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP), 6(3), 862–873. https://doi.org/10.51601/ijhp.v6i3.700

Issue

Section

Articles